Perang Badar

Rasulullash bersama kaum bergerak menghadapi musuh, gegap gempita hati kaum muslimin mengikuti nabi,pada waktu itu sulit untuk dikatakan, muslim mengikuti perang, hati mereka di liputi cinta dan kasih sayang kepada Allah dan Rasulullah, bercampur laksana air gula, yang mana gula dan air, menyatu.
Persoalan idiologi, setelah cinta pada allah dan Rasulullah, yang ada menegakkan agama, umat, keyakinan, mahal namun tidak ada artinya terhadap cinta terhadap reasulullah .Satu langkah rasullulah beribu langkah umah, sungguh tiada akan mengerti apa arti cinta kepada Allah dan Rasulullah kalau kita tidak merasakan, bahkan kita rasakan , menghentak-hentak hati, jiwa, raga, terbakar api rindu, sungguh tiada terkira, Jiwa akan melayang,mendesak-desak ingin keluar dari raga,Perang badar dan perang lain, hanya 1 tujuan cinta kepada Allah dan Rasulullah bukan persoalaan idiologi, tapi persoalan dimana kata dan kebijakan Allah dan Rasulullah yang harus di tegakkan,walaupun darah dan nyawa dijadikan pembayar semua yang ada di dunia, Kata dan Kebijakan Allah dan Rasulullah merupakan taruhan, di tafsirkan apa yang ada di alQur’an dan hadis nabi, selebihnya kebijakan-kebijakan mengikuti kontek, nilai, norma yang ada di al Qur’an dan hadist, yang lebih utama kemaslahatan umat tanpa meninggalkan AlQur’an dan Hadist.J ikalau kita tak merasakan cinta pada Allah dan Rasulullah, munajatlah setiap tarik nafasmu untuk rindu Allah dan Rasulullah, jika allah ridho padamu maka kan kau rasakan rindu, seperti mereka, yang di bakar rindu, cinta, cinta pada allah dan rasulullah.
Cara munajatmu, jadi lah mujahid untuk agama, dirimu, umat. kita semua akan selalu berperang, merebut, keyakinan, cinta, rindu kepada Allah dan Rasulullah. Rindu mu akan Allah dan Rasulullah, menggoncangkan ,langit, bumi, dan alam sekitarmu yang khusuk menghadap allah, semua akan datang kepada Allah memohon perlindungan atas Rindu dan cinta mu kepada Alllah dan Rasulullah.
Sungguh rindu kepada Allah dan Rasulullah,Lebih panas, membara lebih dari segalanya,Sungguh rindu kepada Allah dan Rasulullah Mengguncang alam dan akherat, Sungguh rindu kepada Allah dan Rasulullah, Mengguncang hati-hati para pecinta allah dan rasulullah.Sungguh rindu kepada Allah dan rasulullahMengguncang para malaikat, dan Iblispun menangispenyesalan,
Sungguh rindu kepada Allah dan Rasulullah,Membuat alam kubur yang bersemayam menangis, mengharap do’a dan safa’at dari rasulullah,Sungguh rindu tak dapat dikur,Tak dapat kau bayar,Tak dapat kau nilai,Sungguh rindu akan mengguncang,Alam pikir, gerak, kata-kata, semua membisu,Hilang kesadaran tak tahu mengapa, bagaimana, dan sebagainya.Sungguh ku rindukan;Allah dan Rasulullah, sungguh, ku rindu, sungguh rindu, Ya Allah, tetapkan rindu ku, Mengisi ruang yang ada dalam diriku, bahkan keluar diriku,Ya Allah


Firanda,
Sang perindu Allah dan Rasulullah.


1 Response to "Perang Badar"