Senin, 7 Februari 2011
Tuduh Konspirasi Soal Lahan
Pontianak. Protes penahanan Leziardi, mantan Sekjen Solmadapar ke-17 oleh Polres Sambas atas tuduhan pencurian handphone kian menguat. Aktivis Solmadapar mengancam akan melakukan aksi besar-besaran di Sambas.
“Seluruh anggota dan eksponen Solmadapar Kalbar sangat mengutuk penahanan ini. Kita akan lakukan aksi besar-besaran di Sambas untuk menuntut Leziardi dibebaskan,” ungkap Jimmy Pratomo, Sekjen Solmadapar ke-18 dalam press release yang dikirimkan ke Equator, tadi malam (6/2).
Leziardi ditahan atas tuduhan pencurian handphone sejak 25 Januari lalu. Menurut informasi yang didapat Equator, handphone itu sudah dikembalikan ke pemiliknya, namun kartunya yang terisi pulsa Rp 700 ribu itu hilang karena sering digunakan untuk pengisian pulsa.
“Kita melihat beberapa kemungkinan adanya sebuah upaya kriminalisasi oleh pihak tertentu terhadap Leziardi. Kuat dugaan kami bahwa beberapa pihak yang memiliki kepentingan dengan ditahannya Leziardi terlibat dalam kisruh kasus ini,” ujar Jimmy.
Leziardi merupakan seorang mahasiswa garda depan yang menjadi roh dari gerakan penolakan ekspansi perusahaan sawit terhadap tanah rakyat di desanya, Kecamatan Sekura Desa Semayong.
Penolakan tersebut telah mengantarkan masyarakat Sambas secara besar-besaran melakukan aksi di depan kantor bupati sambas beberapa waktu lalu untuk meminta pemerintah daerah Kabupaten Sambas mencabut izin dari PT Pattiware 1 yang telah merampas hak mereka atas tanahnya.
Dalam gerakannya, Leziardi telah menjadi bumper bagi masyarakat yang dibelanya. Kemudian selang beberapa waktu, Leziardi dikeroyok oleh pihak yang pro terhadap PT Pattiware 1. “Kemudian di saat yang sama dijebak dengan kasus pencurian handphone,” bebernya.
Sementara kepolisian Resort Sambas, kata Jimmy, tidak memiliki bukti yang kuat melainkan hanya mendapat keterangan saksi yang merupakan orang-orang yang pro terhadap perusahaan Pattiware 1. “Kalau kita cerminkan, begitu cepat kasus ini ditangani sementara koruptor yang sudah divonis masih melenggang dengan bebas di depan hidung para penegak hukum di Sambas,” kesalnya.
Jimmy mendesak kasus ini harus di-SP3-kan. “Kita mencium adanya konspirasi di balik semuanya antara perusahaan, pemerintah daerah atau kepolisian terkait kasus penyerobotan lahan yang dilakukan oleh perusahaan itu,” yakinnya.
Upaya kriminalisasi ini, menurut Jimmy, tentu saja bertujuan untuk meredam penolakan masyarakat terhadap PT Pattiware 1. “Dengan ditahannya Leziardi maka pihak-pihak berkepentingan tersebut tentu saja dapat lebih mudah untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan, termasuk itu mencuri tanah rakyat untuk diserahkan kepada perusahaan sawit,” pungkasnya. (bdu)
(http://www.equator-news.com/utama/solmadapar-ancam-demo-besar)
Tuduh Konspirasi Soal Lahan
Pontianak. Protes penahanan Leziardi, mantan Sekjen Solmadapar ke-17 oleh Polres Sambas atas tuduhan pencurian handphone kian menguat. Aktivis Solmadapar mengancam akan melakukan aksi besar-besaran di Sambas.
“Seluruh anggota dan eksponen Solmadapar Kalbar sangat mengutuk penahanan ini. Kita akan lakukan aksi besar-besaran di Sambas untuk menuntut Leziardi dibebaskan,” ungkap Jimmy Pratomo, Sekjen Solmadapar ke-18 dalam press release yang dikirimkan ke Equator, tadi malam (6/2).
Leziardi ditahan atas tuduhan pencurian handphone sejak 25 Januari lalu. Menurut informasi yang didapat Equator, handphone itu sudah dikembalikan ke pemiliknya, namun kartunya yang terisi pulsa Rp 700 ribu itu hilang karena sering digunakan untuk pengisian pulsa.
“Kita melihat beberapa kemungkinan adanya sebuah upaya kriminalisasi oleh pihak tertentu terhadap Leziardi. Kuat dugaan kami bahwa beberapa pihak yang memiliki kepentingan dengan ditahannya Leziardi terlibat dalam kisruh kasus ini,” ujar Jimmy.
Leziardi merupakan seorang mahasiswa garda depan yang menjadi roh dari gerakan penolakan ekspansi perusahaan sawit terhadap tanah rakyat di desanya, Kecamatan Sekura Desa Semayong.
Penolakan tersebut telah mengantarkan masyarakat Sambas secara besar-besaran melakukan aksi di depan kantor bupati sambas beberapa waktu lalu untuk meminta pemerintah daerah Kabupaten Sambas mencabut izin dari PT Pattiware 1 yang telah merampas hak mereka atas tanahnya.
Dalam gerakannya, Leziardi telah menjadi bumper bagi masyarakat yang dibelanya. Kemudian selang beberapa waktu, Leziardi dikeroyok oleh pihak yang pro terhadap PT Pattiware 1. “Kemudian di saat yang sama dijebak dengan kasus pencurian handphone,” bebernya.
Sementara kepolisian Resort Sambas, kata Jimmy, tidak memiliki bukti yang kuat melainkan hanya mendapat keterangan saksi yang merupakan orang-orang yang pro terhadap perusahaan Pattiware 1. “Kalau kita cerminkan, begitu cepat kasus ini ditangani sementara koruptor yang sudah divonis masih melenggang dengan bebas di depan hidung para penegak hukum di Sambas,” kesalnya.
Jimmy mendesak kasus ini harus di-SP3-kan. “Kita mencium adanya konspirasi di balik semuanya antara perusahaan, pemerintah daerah atau kepolisian terkait kasus penyerobotan lahan yang dilakukan oleh perusahaan itu,” yakinnya.
Upaya kriminalisasi ini, menurut Jimmy, tentu saja bertujuan untuk meredam penolakan masyarakat terhadap PT Pattiware 1. “Dengan ditahannya Leziardi maka pihak-pihak berkepentingan tersebut tentu saja dapat lebih mudah untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan, termasuk itu mencuri tanah rakyat untuk diserahkan kepada perusahaan sawit,” pungkasnya. (bdu)
(http://www.equator-news.com/utama/solmadapar-ancam-demo-besar)

0 Response to "Solmadapar Ancam Demo Besar"
Post a Comment