]Lahan Sawit Picu Konflik
02 Feb 2010
Nasional Republika
Penggunaan lahan perkebunan sawit ancam kelestarian.
Kapuas Hulu- Potensi konflik sosial, ancaman ekonomi terhadap masyarakat setempat, dan bencana alam dikhawatirkan semakin mencuat seiring pemberian izin lahan kepada perusahaan perkebunan di sekitar Taman Nasional Danau Sen-tarum (TNDS),.Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Kepala Seksi Wilayah II Semitau TNDS, Budi Suryansyah, mengatakan rencana pembukaan sawit telah menimbulkan iklim yang tidak kondusif di tengah-tengah kehidupan masyarakat. "Pro dan kontra tercipta karena rencana itu, serta terkadang mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat," kata Budi Suryansyah, di Kapuas Hulu, Senin (1/2), seperti dikutip Antara.
Potensi konflik tersebut bisa antarkelompok, antarkampung, atau antardesa, dan antara masyarakat dan perusahaan juga aparat.Ia menambahkan, fungsi Danau Sentarum sebagai penampung air yang menjaga ekosistem sekitar hingga bagian hilir Sungai Kapuas dapat terganggu. Menurut dia, perlu dilakukan kajian ulang seberapa besar perkebunan sawit dapat menunjang ekonomi masyarakat sekitar TNDS yang luasnya 132 ribu hektare.
"Atau, seberapa buruk dari rencana itu. Kalau sekarang akibat negatif terlihat paling banyak," katanya.Ia melanjutkan, adanya perkebunan sawit di bagian hulu dan perbukitan di seputar TNDS dapat merusak ekonomi masyarakat nelayan di kawasan itu. Selain itu, sedimen-tasi yang semakin cepat terjadi dapat memengaruhi produksi nelayan.
"Sudah diprediksi kalau sedi-mentasi yang terjadi mencapai 25 sentimeter per tahunnya, tumbuhan di sekitarnya akan melakukan invasi serta menutup permukaan danau," kata dia.Padahal, lanjut dia, Danau Sentarum memiliki keunikan dengan fungsinya menampung secara alamiah air dari perbukitan ataupun Sungai Kapuas serta sungai-sungai kecil lainnya.
Selanjutnya, itii terdistribusi ke Sungai Kapuas yang mengalir dari Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Sanggau, Kubu Raya, Kota Pontianak, dan bermuara di Muara Jungkat Kabupaten Pontianak. Daya tampung Danau Sentarum sekitar 63 miliar kubik air. "Dapat dibayangkan kalau danau ini kehilangan fungsinya," kata dia.
Di danau itu juga terdapat sekitar 266 jenis ikan air tawar, termasuk arwana. Kemudian, burung-burung air yang selama ini berimigrasi tak akan muncul lagi. Ia melanjutkan, perubahan ekosistem secara radikal akan menimbulkan perubahan secara masif pula.
Danau Sentarum jika kehilangan fungsinya, aliran dari Sungai Kapuas tidak akan tertampung di danau, tapi langsung ke sungai. "Itulah pemicu datangnya bencana banjir," kata dia. Selain itu, petani madu juga terancam tercabut sertifikat organiknya karena sawit menggunakan pestisida. "Sementara lebah terbang dengan radius sampai 60 kilometer," kata Budi Suryansyah.
Masalah lainnya, masyarakat yang selama ini bercocok tanam di kawasan penyangga kehilangan lahan karena sudah dialihkan untuk perkebunan. Data dari TNDS mengungkapkan, sembilan perusahaan yang sudah mendapat izin pengelolaan lahan PT Nusantara Mukti Sentosa, PT Bukit Prima Plantindo, PT Aneka Prima Pendopo, PT Plantana Ra-zsindo, PT Setia Arto Mulia, PT Sawit Karunia Senang, PT Sumber Sawit Sintang, PT Kirana Mega Tara, dan PT Mandala Agrisindo Perkasa. ad msubarkah
Entitas terkait
Data | Daya | Kalimantan | Kapuas | Kubu | Masalah | Penggunaan | Potensi | Pro | TNDS | Danau Sentarum | Kabupaten Kapuas | PT Plantana | Sungai Kapuas | Muara Jungkat Kabupaten | PT Aneka Prima | PT Bukit Prima | PT Kirana Mega | PT Mandala Agrisindo | PT Nusantara Mukti | PT Sawit Karunia | PT Setia Arto | PT Sumber Sawit | Taman Nasional Danau | Lahan Sawit Picu Konflik | Kepala Seksi Wilayah II Semitau |
Ringkasan Artikel Ini
Kalau sekarang akibat negatif terlihat paling banyak," katanya.Ia melanjutkan, adanya perkebunan sawit di bagian hulu dan perbukitan di seputar TNDS dapat merusak ekonomi masyarakat nelayan di kawasan itu. "Sudah diprediksi kalau sedi-mentasi yang terjadi mencapai 25 sentimeter per tahunnya, tumbuhan di sekitarnya akan melakukan invasi serta menutup permukaan danau," kata dia.Padahal, lanjut dia, Danau Sentarum memiliki keunikan dengan fungsinya menampung secara alamiah air dari perbukitan ataupun Sungai Kapuas serta sungai-sungai kecil lainnya. Data dari TNDS mengungkapkan, sembilan perusahaan yang sudah mendapat izin pengelolaan lahan PT Nusantara Mukti Sentosa, PT Bukit Prima Plantindo, PT Aneka Prima Pendopo, PT Plantana Ra-zsindo, PT Setia Arto Mulia, PT Sawit Karunia Senang, PT Sumber Sawit Sintang, PT Kirana Mega Tara, dan PT Mandala Agrisindo Perkasa.
Jumlah kata di Artikel : 466
Jumlah kata di Summary : 125
Ratio : 0,268
*Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net.
http://bataviase.co.id/detailberita-10583428.html
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Lahan Sawit Picu Konflik"
Post a Comment