70% Kebun Sawit Kalbar Milik Investor Malaysia
Rabu, 12 Mei 2010 12:34 WIB
Pontianak, (tvOne)
Lembaga Sawit Watch mencatat sekitar 70 persen perkebunan sawit di Provinsi Kalimantan Barat milik investor dari Malaysia.
Kepala Departemen Kampanye dan Pendidikan Publik Sawit Watch Jefri Gideon Saragih, di Pontianak, Rabu, mengatakan investor Malaysia mulai masuk tahun 1999 - 2001 dengan membeli 23 eks kebun sawit milik Salim Group seluas 256 ribu hektare di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi senilai Rp3 triliun.
Ia menjelaskan, ada tiga perusahaan besar milik Malaysia yang menanamkan modalnya di bidang perluasan kebun sawit di Kalbar, yakni Sime Darby, Wilmar, dan Cargil. "Sungguh ironis kalau hal itu dibiarkan, karena negara tetangga yang akan lebih banyak menikmati hasil produksi CPO (Crude Palm Oil)," katanya.
Menurut data Sawit Watch, luas perkebunan sawit di Indonesia sekitar 9 juta hektare, dikuasai petani sekitar 36 persen, swasta nasional dan asing 43 persen, dan sisanya milik Badan Usaha Milik Negara. Total produksi CPO pertahun 21,3 juta ton dengan menampung tenaga kerja sekitar 5 juta orang dengan keuntungan negara sekitar 9,12 miliar dolar AS/tahun.
Indonesia dan Malaysia menguasai 80 persen dari sekitar 50 juta ton produksi CPO dunia, kata Jefri.
Sebelumnya, Konsul Malaysia di Pontianak Mohamad Zairi Bin Mohamad Basri, menyatakan investor Malaysia berminat menanamkan investasinya dibidang perkebunan sawit sekira 100 ribu hingga 300 ribu hektare di Provinsi Kalbar. "Kalau memang lahan di Kalbar tersedia, investor kami berminat mengembangkan perkebunan sawit dan pabrik pengolahan CPO," katanya.
Ia menjelaskan tingginya minat investor dari Malaysia untuk mengembangkan perkebunan sawit di Kalbar karena selain dekat, modal yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar apabila dibanding investasi di negara lain. "Kalau investasi di Kalbar selain murah juga masih satu pulau sehingga biaya angkutan CPO ke Malaysia tidak terlalu mahal," katanya.
Data Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) Kalbar sekitar 12 perkebunan besar di bidang sawit dari 50 perusahaan yang ada di provinsi itu milik investor asing yang sebagian besar dari Malaysia.
Hingga akhir 2007, pemerintah kabupaten/kota di Kalbar telah menerbitkan info lahan seluas 4,6 juta hektare untuk perkebunan sawit. Meski info lahan yang diterbitkan amat luas, namun realisasi penanaman sawit di Kalbar baru sekitar 10 persen atau 400 ribu hektare, dengan jumlah petani sawit sekitar 90 ribu kepala keluarga.
Saat ini produksi CPO Kalbar sebesar 800 ribu ton per tahun dengan luas lahan perkebunan yang baru produksi sekitar 300 ribu hektare. Sementara menurut data dari Institut Dayakologi dan Sawit Watch di enam kabupaten di Kalbar, perluasan perkebunan sawit sejak tahun 1980-an hingga 2009 sudah 229 perusahaan yang mengantongi izin perluasan sawit dengan luas 3,57 juta hektare, namun baru terealisasi sekitar 318.560 ribu hektare. (Ant)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "70% Kebun Sawit Kalbar Milik Investor Malaysia"
Post a Comment